Pentingnya Penguatan Verbal dan non Verbal dalam Pendidikan di Sekolah

Pentingnya penguatan verbal dan non verbal dalam pendidikan di sekolah – Kepala SMPN 2 Lintau Buo memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan upacara bendera. Hal itu dikatakannya dalam mengawali amanat saat menjadi pembina upacara bendera Senin (17/1/22).

Pengibaran bendera merah putih oleh Passusbra (Weni/ matrapendidikan.com)

“Pelaksana upacara sudah melaksanakan penaikan bendera dengan baik. Oleh sebab itu kita berikan aplus untuk Passusbra,” ujar kepala sekolah diiringi tepuk tangan dari peserta upacara.

Sementara itu di pihak peserta upacara, menurut perhatian kepala sekolah sudah ada perubahan yang signifikan. 

“Sudah hidmad dan yang melanggar aturan berpakaian seragam upacara sudah jauh berkurang,” lanjut kepala sekolah sembari memberikan aplus dan kembali diiringi oleh tepuk tangan peserta upacara.

Apa yang dilakukan Kepala SMPN 2 Lintau Buo merupakan contoh penguatan (reinforcement) verbal dalam proses pendidikan di sekolah.

Pada hakikatnya penguatan adalah respon positif dalam proses pendidikan agar siswa mempertahankan, meningkatkan sesuatu sikap dan hasil yang telah dicapai dengan baik oleh siswa.

Penguatan verbal lainya adalah mimik muka dan senyum, acungan jempol serta anggukan kepala jika siswa sudah berbuat sesuatu yang positif.

Ada pula penguatan non verbal terhadap proses dan prestasi belajar siswa dalam bidang akademik dan non akademik.

Pengumuman hasil lomba Classmeeting serta pemberian hadiah kepada pemenang usai upacara bendera merupakan penguatan non verbal.

Suci Indriani SPd, Kanit Perpustakaan berikan reward kepada siswa (Weni/ matrapendidikan.com)

Seperti telah diekspos sebelumnya, siswa yang berprestasi akademik telah diberikan reward (penghargaan) berupa hadiah dan piagam.

Hal itu juga termasuk contoh penguatan non verbal dari pihak sekolah kepada siswa berprestasi.

Penguatan (reinforcement) seperti di atas tentunya sangat penting artinya dalam proses pendidikan di sekolah.***