Wisata Panorama Puncak Pato Kini Semakin Menawan

Wisata panorama puncak pato kini semakin menawan – Destinasi wisata alam Puncak Pato di Nagari Batu Bulek Lintau Buo Utara Kab. Tanah Datar ternyata semakin menawan. Kenapa tidak?

Pintu masuk menuju Panorama Puncak Pato, Nagari Batu Bulek Kab. Tanah Datar, Sumbar (AR/matrapendidikan com)

Saat berkunjung bersama rekan-rekan kerja kami, wajah objek wisata ini terlihat semakin cantik.

Banyak yang berubah dengan objek wisata sejarah ‘Sumpah Sati Marapalam’ itu jika dibandingkan saat kami berkunjung beberapa bulan sebelumnya.

Jalan lingkar kanan Panorama Puncak Pato (tim/matrapendidikan.com)

Akses jalan, mulai dari pintu masuk sampai gerbang Puncak Pato sudah bagus. Tempat parkir kendaraan bermotor maupun mobil sudah rapi.

Jalan lingkar yang mengitari pinggang Bukit Marapalam sudah bisa dilalui.

Gazebo persis di atas Puncak Marapalam (tim/matrapendidikan.com)

Kemudian sudah ada pagar pembatas yang ditata sedemikian rupa agar pengunjung merasa aman dan nyaman.

Aman saat menyaksikan pemandangan alam di bawah sana. Nyaman untuk memanfaatkan beberapa spot foto di jalan lingkar pinggang Puncak Marapalam.

Berfose ditangga Panorama Puncak Pato (tim/matrapendidikan.com)

Kini, sudah banyak spot foto tersedia di area wisata Puncak Pato.

Tentunya akan lebih memuaskan pengunjung untuk mendapatkan foto dan video kenangan yang tak akan terlupakan saat berkunjung ke Puncak Pato.

Gaya bebas nih ye??? (Tim/matrapendidikan.com)

Pengunjung dapat berswafoto maupun foto bareng. 

Namanya berombongan, kami lebih banyak mengabadikan foto bareng namun belum sempat di semua lokasi. Kenapa?

Menuruni jalan lingkar kiri Panorama Puncak Pato (Tim/matrapendidikan.com)

Rombongan kami yang dipimpin kepala SMPN 2 Lintau Buo Syafrida SPd, memang agak sore. 

Sebelum ke Puncak Pato terlebih dulu kami memenuhi undangan aqiqah dan sunat rasul cucu dari mantan kepala SMPN 2 Lintau Buo, Titin Susilawati SPd.

Cuaca memang kurang mendukung. Mendung sudah bergelayut di angkasa Puncak Pato.

Rombongan kami pun turun. Ketika di perjalanan pulang, hujan turun deras sekali.

Untung ada tempat menumpang berteduh di pinggiran jalan pada sebuah pondok (sepertinya rumah makan) yang sedang dibangun.

Beberapa waktu lamanya terkepung hujan deras. Sampai di rumah pun sudah senja saat waktu Magrib masuk.

Tentu saja, kapan-kapan kami ingin lagi mengunjungi Obyek Wisata Puncak Pato yang semakin menawan.***