Tradisi 'Mamogang' di Taluk Sambut Ramadhan 1443 H, Ekonomi Masyarakat Menggeliat!

Tradisi 'mamogang' di taluk sambut ramadhan 1443 h, ekonomi masyarakat menggeliat! – Masyarakat di Kenagarian Taluk Lintau Buo, Kab. Tanah Datar Sumbar memiliki beraneka ragam tradisi yang diselenggarakan secara turun-temurun dan bersifat tahunan. Misalnya, tradisi menyambut datangnya bulan Ramadhan yang disebut "Mamogang".

Suasana 'Balai Mamogang' Taluk jelang bulan Ramadhan 1442 H lalu (Roma Fitra/ matrapendidikan.com)

Mamogang atau mambantai adalah menyembelih hewan kerbau atau sapi oleh toke (pedagang) yang harus dilaksanakan di kawasan Balai-balai Kantor Wali Nagari Taluk.

Balai Mamogang adalah pasar sehari untuk memasarkan lauk-pauk terutama daging sapi dan kebutuhan sembako lainnya selama bulan puasa Ramadhan.

Disini masyarakat, khususnya ekonomi menengah ke bawah dapat membeli daging segar dengan harga terjangkau.

Harga lauk ini per kilogram sudah ditetapkan bersama oleh tokoh adat bersama pemerintah nagari.

Tidak hanya daging hasil sembelihan tradisi Mamogang.

Masyarakat Taluk dan sekitarnya juga dapat membeli kebutuhan pokok untuk persiapan selama bulan Ramadhan. 

Bahkan kuliner tradisional, pakaian anak-anak, mainan anak dan sebagainya.

Balai mamogang menggeliat

Ekonomi masyarakat di Kenagarian Taluk Kecamatan Lintau Buo Kab. Tanah Datar mulai menggeliat.

Hal ini terlihat dari ramainya “Balai Mamogang” oleh pedagang dan masyarakat pembeli di halaman Kantor Wali Nagari Taluk, Sabtu (2/4/22).

Balai mamogang merupakan salah satu tradisi turun temurun masyarakat di Nagari Taluk dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Sementara itu Admin yang turun langsung ke Balai Mamogang di Halaman Kantor Wali Nagari Taluk siang hari memperoleh gambaran dimana lauk yang dijual para pedagang (toke daging) sudah hampir habis.

H. Eri, salah seorang pedagang daging sapi dari Buo kepada matrapendidikan.com mengungkapkan bahwa keadaan Balai Mamogang menyambut bulan Ramadhan tahun 1443 H ini cukup bagus.

“Alhamdulillah agak lebih bagus jika dibandingkan tahun lalu,“ sahut H. Eri ketika ditanya pasaran pembeli dan harga lauk jelang puasa Ramadhan 1443 H ini.

Sementara itu, pada malam sebelumnya, admin juga telah menyempatkan diri berkunjung ke Kantor Wali Nagari Taluk.

Kebetulan malam itu diadakan hiburan Rabab semalam suntuk bersama Eri Jambang dari Sumani Kab Solok.

Di sela-sela rabab, admin didampingi Kepala Jorong Beringin Sakti mengunjungi tempat dimana kerbau dan sapi ditambatkan di lokasi penyembelihan di belakang kantor Wali Nagari Taluk.

Di satu area saja admin melihat lebih 10 ekor kerbau dan sapi.

Kepala Jorong Beringin Sakti, Andi Rismanto menyampaikan bahwa tahun ini memang jauh meningkat dari tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah gerak perekonomian masyarakat tahun ini agak lebih baik, apalagi pembatasan aktivitas sosial masyarakat sudah agak longgar.” tutur Andi Rismanto.

Selain itu, menggeliatnya ekonomi masyarakat Nagari Taluk juga didukung oleh sektor pertanian dan perkebunan masyarakat.

Beberapa bulan jelang puasa Ramadhan 1443 H, aktivitas pemuda dan masyarakat cukup tinggi dalam menyelenggarakan iven sepakbola.

Turnamen sepakbola yang diselenggarakan di Nagari Taluk telah berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

Selain itu, peran perantau terhadap keluarga di kampung, telah ikut menggeliatkan ekonomi masyarakat.

Balai Mamogang cukup ramai oleh pedagang dan pembeli dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1443 H.

Hal itu pertanda ekonomi masyarakat di Nagari Taluk telah menggeliat sehingga masyarakat akan dapat menjalani ibadah Puasa Ramadhan 1443 H lebih fokus.***