Melanggar Prosedur yang Dibuat Sendiri, Ini Alasannya!

Melanggar prosedur yang dibuat sendiri, ini alasannya! – Suatu kejadian kecil ini tidak akan pernah saya lupakan dan akan dibagikan di situs Matra Pendidikan ini sebagai bahan Curhat. Secara spontan, sebagai pembina Osis, saya telah melanggar aturan di depan anak murid (Osis) dimana aturan ini saya buat sendiri bersama petugas dari Osis sebelum menjalankan kegiatan.

"Bapak sudah mengenakan masker pelindung, ini hadiah untuk bapak...," (Syafrida/ matrapendidikan.com)

Ceritanya begini, sebelum beroperasi di depan gerbang sekolah, berbagi takjil kepada pengguna jalan raya jelang berbuka puasa. 

Saya memberi penjelasan tentang prosedur dalam pelaksanaan program berbagi takjil kepada siswa.

Takjil dibagikan hanya kepada pengguna jalan raya bersepeda motor satu arah di depan gerbang sekolah satu arah.

Petugas tidak dibenarkan membagi takjil kepada pengguna di seberang jalan yang otomatis berlawanan arah.

Hal ini mengingat badan jalan di depan gerbang sekolah tidak cukup lebar.

Sementara arus lalu lintas akan semakin ramai jelang masuknya waktu berbuka puasa.

Nah, saat membantu petugas Osis mengatur lalu lintas, saya sempat melihat seorang bapak pejalan kaki di seberang jalan.

Ia nampak melambaikan tangan meminta takjil kepada siswa petugas Osis.

Sepertinya petugas enggan karena hal itu melanggar aturan pembagian takjil.

Tanpa pikir panjang, saya berlari untuk merebut satu paket takjil di tangan seorang petugas.

Kemudian melintas ke seberang jalan untuk memberikannya kepada bapak tersebut. Bapak tersebut nampak gembira.

Saya sempat memperhatikan masker pelindungnya telah dilorotkan ke dagunya.

Ini memang tindakan diluar prosedur! Siswa petugas bingung.

Tindakan ini saya lakukan, mengingat sang bapak tetap mematuhi Prokes Covid-19, mengenakan masker pelindung!

Dan, memang, setiap melihat bapak itu berjalan kaki, ia selalu mengenakan masker pelindung!

Meskipun nampak kurang sempurna kondisinya, saya tetap salut kepada sang bapak.

Apalagi, saya juga seorang petugas dan Ketua Tim Satgas Covid-19 unit sekolah.***