Tradisi 'Mancoliak' Bulan dalam Menentukan Awal Puasa Ramadhan di Nagari Taluk

Tradisi maniliak bulan dalam menentukan awal ramadhan di nagari taluk – Sebagian masyarakat di Nagari Taluk Kec. Lintau Buo, Kab. Tanah Datar, Sumbar, sudah menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1443 H pada hari ini, Minggu (3/4/22).

Ilustrasi gambar (Angga/ matrapendidikan.com)

Namun sebagian lagi akan menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1443 H mulai Senin besok, 4 April 2022.

Hal itu diketahui setelah berakhirnya prosesi 'maniliak bulan' atau 'mancoliak' bulan yang dilakukan di beberapa tempat, di Nagari Taluk oleh tokoh adat, alim ulama, pemerintah nagari dan masyarakat, Minggu jelang senja (3/4/22).

“Cuaca cerah jelang senja ini sehingga memungkinkan untuk dapat melihat bulan tanpa menggunakan alat perantara,”

Begitu ujar salah seorang tokoh masyarakat di kawasan Talago Anguih Jorong Beringin Sakti kepada matrapendidikan.com.

Sementara itu di salah satu area Kelok S Simpang Bundung, Refrimadona menulis di akun fb-nya akan memulai puasa besok Senin, 4 April 2022 setelah melihat bulan di area Kelok S tersebut bersama masyarakat.

Suasana melihat bulan di kawasan Kelok S (Refrimadona/ matrapendidikan.com)

“Alhamdulilah, bulan sudah terlihat, besok kita mulai berpuasa,” tulis Dona, sapaan akrab Refrimadona di beranda akunnya.

Hal serupa juga disampaikan Angga Cee Nyo dari RM Elok Basamo di kawasan Sepiring Taruko.

Bos RM Elok Basamo itu juga ikut menyaksikan bulan yang muncul di langit.

“Bagi yang belum puasa maka besok mulailah berpuasa,” tulis Angga Cee Nyo di beranda akunnya.

Maniliak bulan atau mancoliak bulan (melihat bulan) secara manual dengan mata telanjang juga termasuk tradisi turun-temurun masyarakat Nagari Taluk, disamping tradisi mamogang, bakawua dan berziarah.

Kegiatan maniliak bulan ini tidak hanya dalam menentukan awal berpuasa di bulan Ramadhan. Menentukan jatuhnya Idul Fitri 1 Syawal dan Idul Adha 10 Zulhijjah juga dengan mancoliak bulan.

Prosesi maniliak bulan ini dilakukan oleh masyarakat bersama KAN, alim ulama dan unsur pemerintah nagari.***