Beternak Ayam Sebagai Hobi yang Menyenangkan dan Menguntungkan

Beternak ayam sebagai hobi yang menyenangkan dan menguntungkan - Berbicara mengenai hobi, tentu banyak dari kita yang memiliki ragam hobi yang berbeda. Jika seseorang memiliki hobi menulis, membaca, ataupun yang berhubungan dengan aktivitas olahraga, mungkin sudah biasa kita temukan.

Kandang ayam di samping dapur (AM Rizaldi/ Matrapendidikan.com)

Namun, pernahkah kita mendengar seseorang yang memiliki hobi beternak ayam?

Terdengar aneh bagi sebagian orang dan merupakan suatu kesenangan tersendiri bagi mereka yang hobi beternak ayam.

Biasanya hobi ini hanya dilakoni oleh orang-orang yang memiliki minat dan ketertarikan di dunia perunggasan, khususnya ayam.

Lalu, apa sebenarnya penyebab hewan yang memiliki nama ilmiah 'Gallus gallus' ini masuk dalam kategori hobi seseorang? 

Bermula dari sebuah pernyataan yang menjadi fakta, bahwa ayam merupakan salah satu jenis unggas yang umum dipelihara oleh manusia.

Sejarah mencatat dalam sebuah studi ilmiah, proses pemeliharaan ayam yang semula hidup bebas di alam menjadi hidup dalam lingkungan manusia, terjadi sekitar 1500 SM di semenanjung Asia Tenggara.

Studi ilmiah ini diterbitkan dalam sebuah jurnal yang berjudul “Proceedings of the National Academy of Sciences”.

Terjadinya domestikasi ini, diawali ketika manusia berada pada masa bercocok tanam. Selama bercocok tanam, ayam hutan merah yang digadang gadang sebagai nenek moyang ayam ternak, keluar dari zona kehidupan dasarnya yang berada di hutan untuk mencari makanan dari sisa-sisa pertanian manusia.

Dari situlah awal mula terjadi kedekatan antara manusia dengan ayam.

Hingga sekarang, kedekataan ayam dengan manusia semakin erat dengan masuknya beternak ayam kedalam hobi yang mendatangkan keuntungan. 

Beternak ayam sebagai hobi tergantung pada jenis ayam dan kegunaannya.

Jika memilih galur ayam petelur, salah satu yang terkenal yaitu ayam hibrida, dengan ciri khas bulu berwarna cokelat keemasan.

Apabila menginginkan galur Ayam pedaging, salah satu pilihannya yaitu ayam broiler yang memiliki ciri khas bulu berwarna putih.

Sedangkan untuk galur ayam hias dan peliharaan, memiliki ciri khas dan warna unik yang biasanya merupakan hasil persilangan dari kedua jenis galur ayam sebelumnya.

Misalnya ayam kampung “Joper” (akronim dari Jowo Super) yang berasal dari persilangan ayam bangkok pejantan dan ayam petelur betina.

Persilangan ini menghasilkan bentuk tubuh ayam yang tinggi dan besar, serta menghasilkan telur lebih banyak dari ayam kampung biasanya. 

Bentuk tubuh ayam menjadi acuan dalam menentukan ukuran kapasitas kandang ayam.

Sebagai patokan, untuk ukuran kandang ayam 1,5x2 meter, biasanya dihuni oleh 5 ekor ayam yang terdiri dari 4 ekor betina dan 1 ekor pejantan.

Perhitungan dalam menyesuaikan ukuran kandang dengan ukuran tubuh ayam ini, menjadi faktor penting bagi peternak ayam dalam meningkatkan kualitas kehidupan ayam.

Jika terlalu leluasa ayam bergerak, menyebabkan ayam mengeluarkan kalori yang lebih banyak dengan nafsu makan yang rendah.

Sebaliknya, jika terlalu sempit, juga berdampak buruk terhadap kesehatan ayam. 

Kepiawaian seorang peternak sangat dibutuhkan dalam me-manajemen ayam, khusus tipe kandang.

Berbeda dengan tipe dilepasliarkan yang pemeliharaannya tidak terlalu merepotkan.

Namun, tentu saja memiliki kekurangan tersendiri. Sebut saja telur sebagai hasil produksi dari beternak ayam yang seharusnya membawa keuntungan bagi peternak, karena dilepasliarkan malah mengurangi produktivitas dari beternak ayam itu sendiri.

Sejatinya, apapun tipe beternak ayam yang digunakan, pemberian pakan, pembersihan kandang atau tempat ayam istirahat pada malam hari, dan pencegahan dari penyakit menjadi kunci utama dalam sebuah hobi beternak ayam.

Kesenangan melihat ayam tumbuh sehat dan memiliki berat badan yang berisi, menjadikan beternak ayam sebagai sebuah hobi yang menyenangkan sekaligus menguntungkan.*** (Penulis : Amri Mahmud Rizaldi, ST)