Pentingnya Penanaman Nilai Karakter pada Anak Sejak Dini

Pentingnya penanaman nilai karakter pada anak sejak usia dini - Fenomena di zaman sekarang, banyak didapati kenakalan-kenakalan pada anak dan remaja. Yang sudah tidak asing lagi seperti melawan orangtua, guru dan lain-lain. Begitu pula perilaku mencontek, membully teman, mengambil hak milik temannya, pelecehan seksual dan lain sebagainya.

Ilustrasi gambar (dok.pen/ matrapendidikan.com)

Dari sini dapat diketahui betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai karakter terhadap anak mulai sejak usia dini.

Ketika tidak menanamkan nilai-nilai karakter sejak usia dini maka akan dapat berakibat sangat fatal terhadap perkembangan karakter anak untuk ke depannya.

Nilai-nilai karakter yang berlandaskan budaya bangsa pada anak yang meliputi ; religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, mandiri, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.

Dari nilai-nilai yang sudah disebutkan, bila ditanamkan sejak dini kepada anak maka anak akan tumbuh menjadi generasi yang sangat baik. Karena nilai-nilai karakter tersebut sudah tertanam sejak usia dini.

Dapat dibayangkan ketika tidak ditanamkan nilai-nilai tersebut, anak akan dengan mudah melakukan hal-hal yang kurang baik, sesuai dengan keinginannya tanpa berlandaskan dengan nilai-nilai karakter.

Sejak usia berapakah dikatakan anak usia dini ? 

Di Indonesia anak usia dini ditujukan kepada anak yang berusia 0-6 tahun, seperti dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 ayat 14 yang menyatakan pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang diperuntukkan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun. 

Sedangkan Anak usia dini menurut NAEYC (National Association for The Education of Young Children), adalah anak yang berusia antara 0 sampai 8 tahun yang mendapatkan layanan pendidikan di taman penitipan anak, penitipan anak dalam keluarga (family child care home), pendidikan prasekolah baik negeri maupun swasta, taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). 

Usia dini merupakan masa emas (golden age), masa ketika anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat.

Pada usia ini anak paling peka dan potensial untuk mempelajari sesuatu, rasa ingin tahu anak sangat besar.

Hal ini dapat kita lihat dari anak sering bertanya tentang apa yang mereka lihat.

Apabila pertanyaan anak belum terjawab, maka mereka akan terus bertanya sampai anak mengetahui maksudnya.

Pada usia ini,  peran orangtua, guru dan lingkungan sangatlah penting dalam membentuk karakter anak tersebut.***

Penulis : Hazizah, Mahasiswa STIT Madani Yogyakarta

Referensi 

Eky prasetya pratiwi. M.Si, Lanatuz Zahro. M.Pd. 2018 Pendidikan karakter pada anak usia dini dan optimalisasi pendidikan karakter melalui sentra bermain peran . Yogyakarta : Nusamedia

Pebriana, Putri Hana. 2017. Jurnal pendidikan anak usia dini, Analisis penggunaan gadget terhadap kemampuan interaksi sosial pada anak usia dini, Vol 1 pages 1-11.