Peran Psikologi Pendidikan Bagi Seorang Pendidik

Peran psikologi pendidikan bagi seorang pendidik - Alasan penulisan artikel ini karena penulis rasa pembahasan ini sangat penting untuk dibahas, yang mana psikologi pendidikan merupakan salah satu faktor yang penting untuk dipahami seorang pendidik dalam proses pembelajaran dengan tujuan tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang baik yakni dengan tetap memperhatikan kondisi peserta didik dan lain-lain guna menjadikan pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, berkembang, bermanfaat dan berkualitas.

Ilustrasi gambar (dok.pen/ matrapendidikan.com)

Pentingnya memahami psikologi pendidikan bagi seorang pendidik

Menurut Sudrajat Akhmad,(2008) Pendidikan sebagai suatu kegiatan yang di dalamnya melibatkan banyak orang, diantaranya peserta didik, pendidik, administrator, masyarakat dan orangtua dan peserta didik.

Oleh karena itu, agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka setiap orang yang terlibat dalam pendidikan tersebut seyogyanya dapat memahami tentang perilaku individu sekaligus dapat menunjukkan perilakunya secara efektif. 

Bidang pendidikan membutuhkan pengetahuan tentang psikologi, karena bidang pendidikan dihadapkan pada karakteristik perilaku, kepribadian, sikap, minat, motivasi,perhatian, persepsi, kemampuan berpikir, kecerdasan, fantasi, dan aspek psikologis lainnya yang bervariasi dari siswa ke siswa.

Agar proses pembelajaran berhasil, setiap guru di kelas yang berperan sebagai pendidik dan pengajar harus memahami perbedaan karakteristik psikologis siswa.

Dengan memahami karakteristik psikologis setiap siswa, maka guru sekolah akan dapat melakukan pembelajaran yang dipersonalisasi berdasarkan karakteristik psikologis peserta didik.

Oleh sebab itu, sifat heterogenitas (tidak sama) suatu kelas perlu menjadi perhatian utama bagi guru.

Selain pembelajaran yang bersifat individual, guru perlu juga melakukan pembelajaran secara kelompok jika karakteristik psikologis peserta didik yang ada di suatu kelas dianggap relatif sama (homogen).

Dalam proses pembelajaran di kelas, guru sering menghadapi siswa dengan disabilitas perhatian, sehingga perhatian siswa tersebut untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas menjadi lemah, dan mengakibatkan rendahnya prestasi akademik siswa tersebut.

Gejala gangguan atensi merupakan faktor psikologis yang dialami siswa di dalam kelas, hal tersebut harus dikenali dan dipahami oleh guru sebagai pengajar dan pendidik di kelas untuk mencegah dan mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi siswa dalam proses mengikuti pembelajaran di kelas. (Hardadi.Rudi dan Claudia.Cindi, 2021:12).

Mempelajari psikologi pendidikan adalah bagian yang menarik dalam kaitannya dengan menjadi pengajar yang sukses. (Widyaiswara, 2015)

Menurut Muhammad Ichsan, 2016  Psikologi pendidikan sebagai salah satu cabang dari psikologi dan merupakan ilmu pengetahuan yang berbicara tentang tingkah laku manusia dalam proses belajar-mengajar memiliki hubungan yang erat dengan ilmu mengajar.

Di mana dalam proses mengajar, para pendidik dituntut untuk memiliki pengetahuan yang memadai tentang materi yang diajarkan dan juga menguasai berbagai metode dalam penyampaian agar apa yang disampaikan dapat dimengerti dan mudah dipahami oleh anak didik.

Oleh karena itu, penguasaan terhadap ilmu jiwa pendidikan (psikologi pendidikan) juga merupakan suatu tuntutan bagi orang-orang yang bergelut dalam dunia pendidikan.(Ichsan.Muhammad,2016:2)   

Pendidik sebagai figur terpandang dalam pembelajaran

Kepribadian pendidik memberikan pengaruh yang amat besar bagi sikap, karakter maupun hidup belajar dari seorang peserta didik, sehingga seorang pendidik sebelum mengajar maka ia perlu mengetahui kepribadiannya sendiri.

Dan psikologi pendidikan sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengkaji pengembangan semua potensi dan kecakapan yang dimiliki peserta didik dalam interaksi antar individu dapat membantu pendidik untuk mempunyai pemahaman yang baik tentang diri sendiri sehingga melalui pemahaman terhadap diri sendiri seseorang dapat mengajar secara bijaksana. (Kulsum.umi, 2021:7)

Oleh karena itu hendaknya seorang pendidik sudah memiliki persiapan mental, keberanian dan bekal pengetahuan sebelum terjun langsung ke proses pembelajaran yang mana demikian akan sangat membantu pendidik untuk menghadapi dan menguasai pembelajaran di kelas.

Pendidik dan tuntutan memahami psikologi pendidikan

Guru dalam menjalankan kapasitasnya sebagai pendidik bagi peserta didik/siswanya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan tugasnya, terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya, sehingga dapat menjalankan tugas dan kapasitasnya secara efektif, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.

Seperti yang diungkapkan oleh Muhibbin Syah (2003) bahwa “diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta didik”.(Suswandari.Meidawati dkk, 2021:3)

Dikatakan guru yang baik adalah guru yang dapat mengerti dan memahami permasalahan atau kendala dari seorang peserta didik dan persoalan psikologi peserta didik.

Guru yang dapat memahami persoalan peserta didiknya adalah guru yang tidak memaksakan keinginannya kepada peserta didik, yang mendengarkan keluhan dan problematika belajar dari peserta didik dan yang juga tidak memaksakan tugas yang melampaui kemampuan peserta didik.

Namun disisi lain, selain guru memiliki keterampilan yang lebih penting lagi yaitu mengetahui bakat dan minat peserta didik.

Sehingga muncul pernyataan “Jika ingin mengajar atau melatih kuda maka kita harus bisa menjadi lebih dari kuda itu sendiri”.

Artinya saat seorang guru memberikan atau menyampaikan pelajaran guru juga harus tahu seluk beluk dunia dari peserta didik.

Pengajar mampu menjadi guru dan mampu menyelami dunia peserta didik.

Akhirnya dapat menemukan metode yang sesuai dengan dunia peserta didik sehingga dapat dipahami dengan mudah apapun yang disampaikan seorang pengajar.

Namun yang terjadi akan sebaliknya, jika seorang pengajar tidak mempunyai pendekatan tersendiri kepada anak atau peserta didik maka yang dapat terjadi adalah sebuah penekanan, ketakutan yang akhirnya pelajaran dan pengajarnya pun tidak disukai bahkan dibenci oleh peserta didik.

Kebencian itu dapat berakibat fatal artinya anak bisa membenci pelajaran tersebut sampai ke jenjang berikutnya meskipun diajar oleh guru yang berbeda.(Hamdan.Muhammad dan Runjani Juwita.Dwi ,2021:1)

Pendidik dan penguasaan ilmu psikologi pendidikan

(Christoper.Gloria, 2018:58) Dengan memahami psikologi pendidikan, seorang guru melalui pertimbangan-pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat:

1.Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat

Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru akan dapat lebih tepat dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran.

Misalnya, dengan berusaha mengaplikasikan pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan teori-teori perkembangan individu.

2.Memilih strategi atau metode membelajaran yang sesuai

Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya.

3.Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling

Tugas dan peran guru, di samping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan dapat membimbing para siswanya.

Dengan memahami psikologi pendidikan, tentunya diharapkan guru dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan benar, melalui proses hubungan interpersonal yang penuh kehangatan dan keakraban.

4.Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik

Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa, seperti bakat, kecerdasan dan minat.

Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu, khususnya perbuatan belajar.

Tanpa pemahaman psikologi pendidikan yang memadai, tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya.

5.Menciptakan Iklim Belajar yang Kondusif

Efektivitas pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif.

Guru dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas,sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.

6.Berinteraksi secara tepat dengan siswanya

Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan siswa secara lebih bijak, penuh empati dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan siswanya.

7.Menilai hasil pembelajaran yang adil

Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat mambantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis penilaian, pemenuhan prinsip-prinsip penilaian maupun menentukan hasil-hasil penilaian.***

Penulis : Mutiara Nari Putri (192372042) Prodi Pendidikan Bahasa Arab, STIT Madani Yogyakarta.

Daftar pustaka

Ichsan Muhammad, (2016). Psikologi pendidikan dan ilmu mengajar. Jurnal Edukasi Vol 2, Nomor 1. UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Haryadi Rudi dan Claudia Cindi,(2021). Pentingnya psikologi pendidikan bagi guru. Academy of education journal vol 12 no 2. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Kulsum umi,(2021). Peran psikologi pendidikan bagi pembelajaran. Jurnal Mubtadiin, Vol. 7 no 01.

Hamdan Muhammad dan Runjani Juwita Dwi,(2020). Psikologi pendidikan sebagai dasar pembelajaran. El-Wahdah: Jurnal Pendidikan Volume 1, Nomor 1. Sekolah tinggi agama Islam Madiun.

Muthiana Taqwim Titis. Psikologi pendidikan bagi guru dan peserta didik.Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Suswandari Meidawati dkk,(2021). Kapasitas guru memahami psikologi pendidikan dan karakter siswa selama pandemi covid-19. CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENSE JOURNAL (CESSJ) Volume 3 Nomor 2. Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo.

Basir Abdul. Peran psikologi pendidikan terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah.jurnal at-tarbiyah stai al-gazali bone. STAI Al Gazali Bone.

Sakerebau Junier. Memahami peran psikologi pendidikan bagi pembelajaran.Jurnal Volume 1, no.1.STT Yesyurun Arastamar Seriti-Luwu.

Christoper Gloria,(2018). Peranan psikologi dalam proses pembelajaran siswa di sekolah. Jurnal Warta Edisi : 58. Universitas Dharmawangsa.

Widyaiswara,(2015). Pentingnya psikologi pendidikan dalam proses pembelajaran mengajar.https://bppk.kemenkeu.go.id/content/berita/balai-diklat-keuangan-yogyakarta-pentingnya-psikologi-pendidikan-dalam-proses-belajar-mengajar-2019-11-05-21594e78/. Diakses pada tanggal 22 Mei 26 Mei 2022.

Sudrajat Akhmad,(2008). Arti penting psikologi pendidikan bagi guru.https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/02/psikologi-pendidikan-dan-guru/. Diakses pada tanggal 22 Mei 2022.