Tips dan Cara Mengelola Lingkungan Sekolah yang Luas

Tips dan cara mengelola lingkungan sekolah yang luas – Sekolah dengan lokasi luas dan rindang, tentu sangat menyenangkan bagi warga sekolah itu sendiri. Apalagi cukup banyak tenaga dari warga sekolah sehingga pengelolaan lingkungan dapat berjalan dengan baik.

Membenahi lokasi yang belum diolah (dok.smpn2lb/ Matrapendidikan.com)

Namun tidak demikian bagi sekolah yang kekurangan tenaga lantaran warga sekolah tidak sebanding dengan luas areal sekolah.

Guru, pegawai dan murid jumlahnya terbatas. Sehingga mengelola lingkungan sekolah yang luas bukanlah persoalan mudah dilakukan.

Oleh sebab itu berikut ini kami sajikan tips dan cara mengelola lingkungan sekolah yang luas.

1.Pembelajaran di luar kelas

Kurikulum Merdeka memuat nilai profil pelajar Pancasila dalam kemasan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Salah satu projek yang diterapkan dalam pembelajaran di luar jelas ini berkaitan dengan pengelolaan lingkungan sekolah.

Setiap kelas dapat membagi lokasi dimana luasnya masing-masing kelas tergantung pada jumlah siswa di kelas itu.

2.Kebun kelas produktif 

Kebun kelas merupakan area pertanian yang dikelola oleh setiap kelas di bawah bimbingan wali kelas.

Kebun kelas ini ditempatkan pada setiap sisi lokasi sekolah yang masih lahan kosong belum terolah dan tidak terawat.

 Siswa dapat berkreasi dalam mengolah maupun pemanfaatan lokasinya masing-masing. 

Misalnya, ada kelas yang memanfaatkan lokasinya untuk tanaman obat keluarga (Toga), tanaman palawija dan tanaman bahan dapur lainnya.

3.Ladang sanksi edukasi

Ladang sanksi adalah semacam area khusus yang diperuntukkan bagi siswa yang melanggar aturan dan tata tertib sekolah.

Ladang sanksi ini bersifat edukasi terutama bagi sekolah yang berada di pedesaan. Misalnya, siswa yang tidak hadir satu hari tanpa kabar diberi sanksi membawa bibit terung, kacang polong atau bibit lainnya. 

Bibit yang dibawa oleh siswa sebagai sanksi ditanam pada ladang sanksi.

Jadi, lokasi sekolah yang luas namun kekurangan tenaga untuk mengolahnya, bukan lagi menjadi masalah berarti.

Permasalahan itu dapat direduksi melalui langkah pengelolaan seperti uraian di aatas

Disamping itu pengelolaan lingkungan sekolah akan bernilai kewirausahaan dan ekonomi bidang pertanian.***