Lokakarya Pendidikan di Sekolah Dimulai

Lokakarya pendidikan di sekolah dimulai – Hidayat SPd MPd.T mewakili Kadisdikbud Tanah Datar telah membuka lokakarya pendidikan di SMPN 2 Lintau Buo, Senin (29/5/23).

Foto bersama Hidayat SPd MPd.T (Syaf/Matrapendidikan.com)

Dalam sambutannya, pengawas satuan pendidikan di Disdikbud Tanah Datar itu beharap guru mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada sistem pendidikan.

“Pada intinya guru bertugas untuk mencerdaskan anak bangsa sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945.” sebut Hidayat SPd MPd.T.

Perubahan terhadap kurikulum pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.

Foto bersama Devira Purnama SE MPd.E (Syaf/Matrapendidikan.com)

Secara filosofis, pengawas satuan pendidikan itu mengibaratkan bahwa tugas guru adalah membentuk peserta yang Cadiak Pandai (Cerdik dan pandai).

Oleh sebab itu, belajar dari alam sekitar atau manusia di lingkungan tempat tinggalnya juga dalam rangka membentuk manusia yang cerdik dan pandai.

Sebelumnya, Kepala SMPN 2 Lintau Buo Syafrida SPd dalam sambutannya mengingatkan kembali peserta lokakarya untuk mengikuti dengan baik kegiatan lokakarya.

“Mudah-mudahan kita dapat memahami dengan baik materi dari narasumber sehingga bisa mengevaluasi kinerja dan merencanakan program kedepannya,” harap Syafrida SPd.

Lokakarya pendidikan di SMPN 2 Lintau Buo merupakan lanjutan lokakarya kluster Lintau Buo dan Lintau Buo Selatan beberapa waktu lalu.

Materi MPMBS 

MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah), seperti yang dipaparkan Hidayat SPd MPd.T selaku narasumber adalah semacam metode, model dan konsep otonomi sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan.

Metode MPMBS dalam peningkatan mutu bertujuan untuk terpenuhinya data tentang sekolah secara kuantitatif dan kualitatif.

Model manajemen sekolah yang diharapkan adalah pengelolaan sumber daya sekolah, partisipasi warga masyarakat dalam pemenuhan mutu sekolah.

Sekolah memiliki konsep yang otonom dalam membuat kebijakan sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Namun demikian konsep otonomi sekolah sinkron dengan konsep otonomi daerah di bidang pengelolaan pendidikan.

Pembagian tugas guru

Ropi’u SPd Waka Kurikulum SMPN 2 Lintau Buo juga berkesempatan untuk menjadi pembicara lokakarya.

Namun Waka Kurikulum lebih memfokuskan pada pembagian tugas guru pada tahun pelajaran 2023/2024.

Pemaparan Ropi’u SPd tentang  evaluasi dan perencanaan program berdasarkan pembagian tugas tugas pokok guru.

Pembagian tugas guru menjadi pedoman bagi setiap guru dalam merencanakan dan menyusun program lebih spesifik.

Penggunaan google form

Platform google berupa google form dapat dimanfaatkan oleh setiap guru dalam melaksanakan kegiatan penilaian pendidikan.

Hal itu disampaikan oleh Devira Purnama SE MPd.E di laboratorium komputer SMPN 2 Lintau Buo.

Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Tanah Datar itu langsung memandu guru dalam membuat instrumen evaluasi secara detail. 

Sebagian besar guru sudah bisa menghasilkan perangkat evaluasi dengan lebih dari satu paket soal evaluasi.***