Materi MPLS SMP Tata Krama Siswa

Materi mpls untuk smp tata krama siswa - Manusia adalah makhluk sosial yang hidup dalam komunitas kecil maupun besar. Manusia akan berinteraksi melalui pergaulan sosial baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun organisasi instansi atau pun lembaga tertentu.

Ilustrasi gambar (Matrapendidikan.com)

Peserta didik (siswa) merupakan bagian komunitas yang berinteraksi sosial di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat di sekitarnya.

Tata krama pergaulan tidak bisa dilepaskan dalam pergaulan sosial peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga : Materi MPLS Wawasan Wiyata Mandala 

Tata berarti adat, aturan, norma atau aturan. Krama artinya sopan santun, tingkah laku atau perbuatan.

Tata krama mesti diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta didik.

Bentuk penerapan setiap daerah tidak sama, sesuai tradisi, adat dan budaya di daerah tersebut.

Oleh sebab itu tata krama peserta didik perlu menyesuaikan dengan keadaan dimana lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dimana peserta didik berada.

Sebenarnya, tata krama pergaulan sudah ditumbuh-kembangkan pada anak sejak lahir di lingkungan keluarga.

Sebagai contoh etika atau sopan santun dalam berbicara, bertindak dan bertingkah laku. 

Anak diajarkan menggunakan tangan kanan untuk menerima sesuatu dari orang lain maupun memberi sesuatu kepada orang lain.

Begitu pula terhadap orang yang lebih tua, ucapan dan perkataan serta tindakan mesti lembut dan ramah.

Orang yang lebih tua dimaksud adalah kedua orangtua, saudara, guru dan masyarakat di sekitar yang lebih tua usianya.

Ketika berjumpa dengan guru di sekolah, budaya bersalaman adalah adat sopan santun yang mesti diterapkan oleh peserta didik.

Peserta didik akan berinteraksi dengan guru dan sesama teman dalam pembelajaran. Ucapan, sikap, tingkah laku dan perbuatan mesti dijaga agar tidak melanggar adat sopan santun atau tata krama peserta didik.

Lihat juga : Ketentuan dan Larangan dalam Pelaksanaan MPLS

Dapat disimpulkan bahwa tata krama merupakan kebiasaan sopan santun yang berlaku dalam komunitas masyarakat setempat. 

Semoga bahasan singkat ini menjadi inspirasi bagi pendidik untuk dikembangkan saat menjadi pemateri  MPLS di sekolah.***