Tahapan Kegiatan Peserta Didik dalam Pelaksanaan P5

Tahapan kegiatan peserta didik dalam pelaksanaan p5 - Apa saja yang dikerjakan siswa selama melaksanakan satu tema projek P5? Jawaban pertanyaan ini akan dibahas dengan mengambil contoh tahapan kegiatan P5 di satuan pendidikan SMP.

Ilustrasi gambar (Matrapendidikan.com)

Pengerjaan projek P5 akan dibimbing wali kelas dan guru fasilitator yang telah ditugaskan oleh kepala sekolah. 

Wali kelas dan guru fasilitator ini akan memberikan laporan kegiatan projek P5 pada rapor hasil belajar peserta didik di akhir tahun ajaran.

Simak :

Mengefektifkan Implementasi P5 di Sekolah

Sekolah menetapkan suatu tema projek P5 disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang ada.

Tema-tema yang telah dipilih dalam rencana projek P5 tersebut akan dikerjakan dalam durasi (rentang) waktu tertentu.

Jika ada 3 tema yang direncanakan sekolah dalam satu tahun ajaran maka durasi waktu untuk satu tema berkisar 3 atau 4 bulan. Namun sebaiknya pilih rentang waktu 4 bulan.

Waktu 4 bulan tersebut dinilai cukup dalam mengerjakan 1 tema projek P5 tahap demi tahap dengan baik.

Baca juga :

Menghitung Alokasi Waktu P5 di Satuan Pendidikan SMP

Ada 5 tahapan kegiatan peserta didik dalam mengerjakan projek P5 :

1.Eksplorasi

Pada awal kegiatan, peserta didik hendaknya memahami apa kegiatan yang akan dikerjakan. 

Misalnya, tema yang dipilih sekolah adalah kewirausahaan : Budidaya Cabai Rawit Bernilai Ekonomi. 

Lihat juga :

Tema Kegiatan P5 di SMPN 2 Lintau Buo 

Peserta didik akan diperkenalkan dengan pengetahuan tentang :

-Pengetahuan  kewirausahaan

-Lahan kosong di lingkungan sekolah yang berpotensi untuk menghasilkan uang.

-Prospek cabai rawit di pasaran.

-Cara dan langkah bertanam cabai rawit dengan baik.

-Tips agar cabai rawit subur dan berbuah lebat

-Dll.

2.Kontekstualisasi

Setelah memperoleh pengetahuan seluk-beluk kewirausahaan dari fasilitator, peserta didik diturunkan langsung atau melihat kebun cabai rawit. 

Langkah ini memotivasi siswa untuk memperoleh pengalaman langsung tentang budidaya cabai rawit serta pemasarannya.

3.Aksi nyata

Peserta didik dibawah bimbingan fasilitator untuk memulai tindakan nyata bertanam cabai rawit.

Aksi nyata diawali dengan membersihkan lahan projek Kemudian melaksanakan aksi pembibitan cabai rawit.

Aksi nyata pada hakikatnya adalah kegiatan untuk mempraktikkan ilmu dan pengetahuan yang sudah diperoleh melalui langkah sebelumnya.

4.Refleksi

Kegiatan refleksi dilakukan oleh peserta didik terutama saat perawatan tanaman cabai rawi.

Siswa dapat mengamati perkembangan cabai rawit setelah melaksanakan tindakan penanaman, pemupukan, penyiangan dan penyiraman.

Peserta dapat merefleksi bahwa tumbuhan memerlukan pupuk, cahaya yang cukup, penyiraman serta perlu perlindungan dari hama dan penyakit.

5.Evaluasi

Evaluasi projek kewirausahaan bertanam cabai rawit dilakukan siswa setelah memasuki masa panen.

Buka juga :

Prospek Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah

Cabai rawit yang dihasilkan apakah berbuah banyak dan bagus. Selain itu apakah produksi cabai rawit sesuai harapan dan harga pasaran sesuai estimasi.

Semoga bahasan tahapan kegiatan peserta didik dalam melaksanakan projek P5 menjadi bahan inspirasi.***