Muhasabah di SMPN 2 Lintau Buo Tingkatkan Motivasi Spiritual Siswa

Muhasabah di smpn 2 lintau buo tingkatkan motivasi spiritual siswa - Ustadz Zulkifli SAg dari "Kota Gelamai" Payakumbuh kembali menjadi motivator spiritual bagi siswa kelas 9, orangtua/wali murid dan guru SMPN 2 Lintau Buo yang bertempat di Masjid Al Mukarramah Nagari Tigo Jangko Kabupaten Tanah Datar Sumbar, Sabtu (20/01/24).

Ilustrasi gambar (dok.smpn2lb/ Matrapendidikan.com)

Kegiatan bertajuk Muhasabah bagi siswa kelas IX itu juga dihadiri oleh pengurus Komite SMPN 2 Lintau Buo.

Kepala SMPN 2 Lintau Buo Syafrida SPd dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada orangtua/wali murid kelas IX.

"Kegiatan ini merupakan upaya sekolah dalam mempersiapkan anak-anak kita dalam ujian akhir sekolah maupun kegiatan-kegiatan lainnya," ujar Syafrida SPd mengingatkan orangtua/wali murid.

Kepada siswa kepala sekolah berharap agar dapat mengikuti kegiatan motivasi spiritual ini dengan serius.

Sementara itu Novi Efendi M.Kom Ketua Komite Sekolah menyambut baik kegiatan muhasabah yang digelar setiap tahun.

Menurut pak Nono sapaan akrabnya, ada 3 poin penting yang perlu diambil dari kegiatan muhasabah.

"Muhasabah untuk menjadi seorang pembelajar, ikhtiar masa depan dan meraih berprestasi."

Oleh sebab itu ketua komite berharap para siswa dan orangtua siswa serta guru dapat mengikuti kegiatan ini sebaik mungkin agar tercapai tujuan

Minta tolong kepada Allah 

Sebelum membimbing siswa dalam sessions muhasabah diri, ustadz Zulkifli SAg memberikan motivasi spiritual siswa dengan judul Minta Tolong Kepada Allah.

"Tak seorang pun yang terlepas dari masalah. Semua orang mengalami masalah dalam hidup. Masalah ekonomi, masalah keluarga dan sosial." ujar ustadz memulai tausiah motivasi spiritual.

Minta tolong kepada manusia, kadangkala memang ada jalan keluarnya tetapi lebih banyak memperumit atau menambah masalah baru. Akhirnya b8sa membuat hati kecewa.

"Hanya kepada Allah kita mengadukan permasalahan. Caranya, taat dan patuh serta curhat usai shalat dengan berdoa kepada Allah."

"Mintalah pertolongan kepada Allah dengan shalat dan sabar." 

Pada sessions muhasabah diri, ustadz Zulkifli SAg membawa dan menggiring siswa yang sedang sujud pada nuansa penyesalan dan merasa berdosa pada orangtua maupun guru.

Tangis lirih bahkan isak terdengar membahana di seantero ruangan masjid. Masing-masing siswa mencari orangtua untuk bersujud dan memohon ampun atas dosa anaknya.***