Proses Pengolahan Nilai Rapor Siswa

Proses pengolahan nilai rapor - Pada bagian artikel terdahulu telah dikemukakan perihal membaca buku rapor siswa. Bagi sahabat siswa dan orang tua siswa yang ingin mengetahui bagaimana proses pengolahan nilai rapor, berikut ini uraiannya.

Nilai yang tertera pada buku rapor adalah nilai akhir dari proses pembelajaran selama satu semester. Nilai tersebut diperoleh dari kegiatan ulangan harian dan tugas yang disebut nilai harian(NH). Kemudian ada lagi ulangan tengah semester (UTS) dan ulangan semester(US). Ketiga kegiatan ini diolah dengan menggunakan formulasi berikut ini:

proses,nilai,rapor

NR = (X)NH + (Y)UTS + (Z)US

Keterangan:
NR : nilai rapor
NH : nilai harian
UTS : ulangan tengah semester
US : ulangan semester
x, y dan z  : prosentase indeks yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah. Misalnya 70 % untuk NH, 10% UTS dan 20% untuk US.

Sekadar contoh penerapan. Sekolah sudah melaksanakan ketiga proses penilaian selama satu semester. Siswa A memperoleh nilai ulangan harian dan tugas dengan rata-rata 75 pada mata pelajaran IPA. Ujian tengah semester mendapat nilai 70 dan ujian semester memperoleh angka 65. KKM mata pelajaran IPA 70 dan prosentase nilai 70% NH, 10% UTS serta 20% US. Berapakah nilai rapor siswa? Apakah siswa A mencapai nilai KKM?

Kita akan memasukkan nilai siswa ke dalam formula penilaian:
={(70%) x 75)} + {(10%) x 70)} + {(20%) x 65)}
= 52.5 +  7 + 13 = 72.5

Jadi, siswa A tersebut mendapat nilai pada rapornya 72.50 dan telah tuntas (KKM=70) pada mata pelajaran IPA. Demikian kira-kira proses mengolah nilai untuk raport siswasehingga diperoleh nilai seperti yang tertera pada buku rapor siswa.

Share this :

6 Responses to "Proses Pengolahan Nilai Rapor Siswa"

  1. Terima kasih nih gan sudah dishare.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, gan. Terima kasih juga atas kunjungannya.

      Hapus
  2. oh gu toh caranya hehe tapi tiap sekolah kan beda ya kang??
    mantapp dtg ke blog aku yahh:*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Formulasi dan cara mengolahnya sama, Sob. Yang berbeda adalah indeks atau prosentase bobot untuk masing-masing kegiatan. Selain itu, KKM setiap mata pelajaran, di setiap sekolah, bisa berbeda karena ditentukan oleh kurikulum sekolah masing-masing (KTSP).

      Oke, siap meluncur ke lokasi. Terima kasih.

      Hapus
  3. Ternyata untuk mengkalkulasi nilai rapor siswa ada rumusnya juga ya pak,,, saya kira asal menilai saja, tapi ternyata ada caranya tersendiri.
    Makasih sharenya, akhirnya saya jadi tahu ilmu2 milik guru, hmmm :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, buk Indri. Bagi guru, formulasi itu menciptakan keadilan dalam penilaian. Guru tidak asal nilai, tidak berprinsip "like and dislike" dalam memberi nilai siswa.

      Bagi siswa, bisa memantau dan memperkirakan nilai komulatif rapor yang akan diterimanya saat menerima rapor. Makanya, siswa perlu menyimpan kertas nilai UH, UTS dan US.

      Terima kasih komentarnya ya, buk...

      Hapus