Membimbing Anak Belajar di Rumah

Membimbing Anak Belajar di Rumah

Membimbing anak belajar di rumah - Membimbing anak berarti membantu anak untuk mencapai tujuan tertentu secara optimal. Dalam hal belajar, tujuan tertentu dimaksud adalah segala upaya membantu anak untuk mencapai prestasi belajar secara optimal. Upaya ini dapat dilakukan oleh orangtua atau orang dewasa yang ada di lingkungan rumah tangga.

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk membantu anak meraih hasil belajar yang lebih baik. Mulai dari hanya sekadar mendampingi anak belajar sampai pada level  lebih tinggi tingkatannya: membimbing anak belajar di rumah


membimbing anak,belajar di rumah

Mendampingi maupun membimbing anak belajar dirumah  merupakan upaya cerdas orangtua dalam mewujudkan anak-anak berprestasi. Loh? Apa beda kedua kegiatan tersebut?

Jika mendampingi anak terbatas pada pemberian motivasi belajar ekstrinsik maka membimbing anak lebih bersifat ikut campurnya orang tua saat anak belajar. Ikut campur dalam hal ini, orangtua  membantu anak menyelesaikan persoalan belajar mereka, seperti menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh guru.

Keikutsertaan orangtua dalam belajar anak  diawali dengan pahamnya orangtua terhadap jadwal pelajaran anak. Orangtua juga hafal daftar pelajaran si anak dalam satu minggu. Biasanya, jadwal pelajaran anak ditempel di dinding kamar mereka atau ditulis pada papan kecil yang sudah disediakan.

Lebih jauh lagi, orangtua juga mengetahui mana mata pelajaran yang kurang dikuasai putra putri mereka. Pengetahuan orangtua terhadap penguasaan anak terhadap materi belajar diperoleh melalui berkas nilai yang diberikan oleh guru. 

Jika ada nilai ulangan yang tidak tuntas berarti anak belum menguasai materi pelajaran. Nah, disinilah peran orangtua membantu anak. Uda rasa, untuk pelajaran setingkat sekolah dasar atau menengah pertama, pelajaran anak mungkin dapat  dipahami orangtua.

Bagaimana jika orangtua kurang memiliki waktu untuk membimbing anak belajar di rumah? Mungkin saja orangtua mereka adalah pria atau wanita karir, misalnya. Pergi pagi pulangnya malam?  

Nah, disinilah letak penekanannya. Orangtua dalam hal ini tidak mesti ayah atau ibu dari sang anak. Orang dewasa lainnya bisa saja membimbing anak untuk belajar di rumah. Yang penting disini, ada kedekatan emosional antara anak dengan pembimbing belajarnya.


Posting Komentar