Mengapa Bosan dalam Belajar?

Mengapa bosan belajar? Setiap manusia akan mengalami kebosanan terhadap sesuatu. Tidak pandang status, pangkat dan kedudukan, jenis kelamin, usia dan sebagainya. Artinya, siapapun memiliki rasa bosan. Itu hal yang lumrah terjadi. Kata orang pintar, kebosanan itu merupakan kondisi psikologis yang bersifat alamiah.

Anak-anak, remaja, dan orang dewasa berpeluang untuk merasa jenuh alias bosan. Anak-anak merasa bosan bermain, misalnya. Siswa di sekolah bosan belajar. Orang tua bosan bekerja. Bosan bekerja artinya bosan mencari uang! Bosan dengan uang berarti bosan hidup.

Pembahasan kita difokuskan pada bosan belajar! Mengapa siswa bosan belajar? Lazimnya pekerjaan atau aktivitas rutin dan monoton cenderung mendatangkan kejenuhan. Kegiatan siswa di sekolah atau di rumah cenderung itu ke itu juga. Di sekolah belajar. Di rumah juga belajar plus membuat pekerjaan rumah yang segudang. Itu berlangsung setiap hari, setiap minggu bahkan setiap bulan.

mengapa,siswa,bosan,belajar

Belajar itu wajib bagi siswa dan berlangsung setiap hari. Datang ke sekolah, duduk mendengar guru menenrangkan pelajaran. Kemudian sampai di rumah harus mengerjakan pekerjaan rumah ( PR ) yang diberikan oleh guru. PR itu seabrek banyaknya.

Setiap siswa  mempunyai ambang batas kebosanan yang berbeda. Ada tipe siswa yang mudah bosan alias pembosan. Ada pula yang tidak mudah bosan. Ini hanya  dua karakter berbeda terhadap rasa bosan. Kadang-kadang batas kebosanan itu  tergantung pada bagaimana siswa dalam meredakan atau mengatasi kebosanannya sendiri. Baca juga: Tips Jitu Meredakan Kebosanan Belajar.

Kayaknya rasa bosan itu seperti virus yang mudah menyerang manusia. Kalau sudah dihinggapi virus bosan, semuanya jadi malas. Malas belajar di sekolah maupun di rumah. Resikonya tentu sudah pasti ada. Nilai hasil belajar tidak akan memuaskan. Bahkan bisa banyak mata pelajaran yang tidak tuntas. Resikonya bisa tidak naik kelas. Bosan belajar berarti bosan naik kelas!

Share this :

10 Responses to "Mengapa Bosan dalam Belajar?"

  1. Tapi kalau belajar diaplikasikan jadi permainan sepertinya mampu menambah jam belajar ya Kang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk mata pelajaran tertentu, seperti matematika dan IPA, belajar yang diterapkan ke dalam bentuk permaian memang menambah waktu belajar mas. Dan ini sekaligus berguna untuk meredakan kebosanan siswa...Bagus itu mas. Terima kasih.

      Hapus
  2. mungkin kurang refreshing mas sehingga mudah bosen belajar nya, bisa juga karena materi pelajaran terlalu sulit atau bisa juga karena sedang galau sehingga nggak konsen saat belajar ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih masukannya, mbak Ririn...

      Hapus
  3. wah ternyata template udah ganti ya mas, hehehe mirip dengan template yang saya gunakan untuk blog saya ya mas ;)

    BalasHapus
  4. @Mbak Ririn ---> Ya, mbak. Beralih ke template Trick-Colections ini karena tampilannya lebih mungil dan menarik meskipun non-responsive...Sebenarnya Uda suka yang mungil mbak..hehehe...

    BalasHapus
  5. ia Pak dulu kalau belajar kadang bosan, sepertinya pelajarannya kurang menarik..mungkin perlu contoh-contoh menarik ya Pak biar tidak bosan..contoh sederhana klu ngeblog kadang bosan juga, trafic tambah turun, ranking tambah turun,.mungkin he..he..kita manja ya Pak, kalau ada reward semangat, thx sudah berbagi

    BalasHapus
  6. Kalau saya sih gampang, karena sayang tidak suka dengan pelajaran yang saya pelajari.

    Bagi saya sih, pelajaran itu akan jadi seru kalau kita suka pelajaran tersebut.

    BalasHapus
  7. @Oyo Sukarya ---> Sepertinya nyaris sama prinsip belajar dan ngeblog ya, mas...? Tapi itu sudah alamiah mas...Manusia memang suka dimanja, termasuk Uda Awak sendiri, hehehe...

    BalasHapus
  8. @Drazky FN ---> Terima kasih mas Drazky...Begitu pula dengan gurunya kali ya mas? Kalau gurunya seru walau pelajarannya sukar, nggak apa-apa ya mas?

    BalasHapus